Eksplor kebudayaan Jawa
Siapa yang Benar-Benar Kaya dari Ziarah Gunung Kawi?
Setiap malam Jumat Legi, ratusan orang mendaki lereng Gunung Kawi dengan satu harapan yang sama: pulang dengan rezeki berlipat. Mereka membawa sesaji, uang receh, dan doa, sebagian setelah mengorbankan tabungan bertahun-tahun hanya untuk ongkos perjalanan …
Read More
Togog dan Bilung, Penasihat yang Tahu Tuannya Takkan Menang
Dalam setiap lakon wayang, ada satu kepastian yang tidak pernah berubah: pihak raksasa akan kalah. Para penonton tahu. Dalang tahu. Dan dua figur kecil yang berdiri di sisi mereka, Togog dan Bilung, juga tahu. Tapi …
Read More
Tirakatan: Seni Berhenti Sejenak dalam Tradisi Jawa
Ada malam-malam tertentu di kampung Jawa ketika orang duduk diam jauh melewati tengah malam. Tidak mengobrol, tidak makan, tidak tidur. Hanya duduk, kadang berdoa pelan, kadang hanya diam. Orang menyebutnya tirakatan. Praktik ini hidup di …
Read More
Sing Waras Ngalah, Ketika Diam Adalah Pilihan Paling Cerdas
Yudhistira tahu permainan dadu itu sudah diatur. Ia tahu Sengkuni akan curang. Tapi ia tetap duduk, mengambil dadu, dan akhirnya kehilangan kerajaannya. Saudara-saudaranya. Istrinya. Di sebagian pembacaan Mahabharata, adegan ini tampak seperti kebodohan. Dalam tradisi …
Read More
Primbon dan Nrimo, Dua Kunci Keseimbangan Hidup ala Jawa
Bukan pemandangan asing di Jawa jika kita mendapati, seorang pemilik warung batik di kawasan Malioboro, misalnya yang setiap pagi membuka primbon sebelum memulai hari. Ia tidak melakukannya karena takut sial. Ia melakukannya, untuk "menyetel diri" …
Read More
Mengulik Makna Kerbau dalam Sejarah Kebudayaan Jawa
Di banyak desa Jawa, kerbau adalah aset yang nilainya melebihi logam. Ia mewakili kemampuan memberi makan keluarga, musim demi musim, tanpa lelah. Hubungan orang Jawa dengan kerbau terbentang jauh sebelum ada catatan tertulis. Ia hadir …
Read More
Dua Keraton, Satu Warisan Mataraman yang Tak Pernah Padam
Tahun 1755, Perjanjian Giyanti membelah Mataram menjadi dua. Di satu sisi, Hamengkubuwono I mendirikan Keraton Yogyakarta. Di sisi lain, Paku Buwono III mempertahankan Keraton Surakarta. Pembelahan politik itu melahirkan dua pusat kebudayaan yang bersaudara, saling …
Read More
Mpu Tantular dan Semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang Lahir dari Kakawin Sutasoma
Di pita yang digenggam Garuda Pancasila, tertulis tiga kata yang sudah akrab sejak kecil: “Bhinneka Tunggal Ika”. Tapi siapa yang pertama menuliskan kalimat itu? Jawabannya tersimpan dalam sebuah karya sastra abad ke-14 dari jantung Kerajaan …
Read More
Wayang Orang Sriwedari dan Satu Abad Panggung yang Tak Pernah Sepi
Setiap malam dari hari Senin hingga Sabtu, lampu panggung di sudut Taman Sriwedari, Solo, menyala. Penonton datang, duduk, dan dalam dua jam berikutnya mereka menyaksikan Arjuna bertempur, Srikandi melepas panah, atau Bima membanting raksasa dengan …
Read More
Pranata Mangsa dan Kearifan Musim Petani Jawa
Petani di pedesaan Jawa tidak menunggu siaran BMKG untuk tahu kapan mulai membajak sawah. Ia cukup melihat pohon asam yang mulai menggugurkan daun, atau mendengar suara tonggeret yang berubah frekuensinya di malam hari. Itu sudah …
Read More